Benarkah Kucing Sphinx Tidak Punya Bulu? Kenalan, Yuk!

By | March 5, 2020
kucing sphinx

Seperti Apa Kucing Sphinx?

Kucing Sphinx merupakan salah satu jenis kucing yang tidak memiliki bulu atau bulunya begitu pendek sehingga tidak terlalu terlihat dari jarak jauh. Namun, begitu diamati secara teliti, akan terlihat bulu-bulu halus dan tipis yang melekat di tubuhnya, khususnya di beberapa bagian seperti bagian telinga, ekor, kaki, ataupun di bagian dekat organ kelamin. Jenis kucing ini pun menjadi salah satu kucing hasil dari rekayasa genetik, maka tidak salah bila harganya cukup mahal.

Negara atau Daerah Tinggal

Benarkah Kucing Sphinx Tidak Punya Bulu? Kenalan, Yuk!, Kucing Sphinx, Kucing Lucu,kucing lucu

Kucing Sphinx

Dulunya, kucing ini bernama Canadian hairless lantaran berasal dari daerah Kanada. Namun, kini, kucing jenis Sphynx dapat ditemukan di negara-negara lain seperti Prancis, Meksiko, Rusia, Maroko, Australia, hingga Amerika Serikat.

Ciri-ciri Kucing Sphinx

Nah, bagi Anda yang ingin memeliharanya, perhatikan ciri-ciri kucing sphynx ya, di antaranya:

  • Sepintas, jenis kucing ini seperti tidak memiliki bulu sama sekali dengan tubuh yang berkerut ketika disentuh atau bergerak. Tetapi bila diperhatikan lebih detail, terdapat bulu-bulu halus dan sangat pendek di beberapa bagian.
  • Rata-rata berat badannya antara 3 sampai 6 kilogram.
  • Bentuk tubuhnya begitu tegap dengan bagian kaki yang begitu ramping dan panjang, serupa dengan ras Bengal.
  • Bentuk matanya begitu lebar.
  • Memiliki variasi warna yang banyak seperti hitam, biru, putih, merah muda, krem, cinnamon, coklat, dan lavender. Ada pula warna-warna campuran lainnya.

Karakter Kucing Sphynx

Meskipun terlihat sangar dan sedikit menakutkan dengan bentuk tubuh tegap tanpa bulu di sekeliling tubuhnya, akan tetapi kucing sphinx memiliki sifat yang ramah dan lembut, serta senang mencari perhatian pemiliknya dengan berlarian di sekitar area tinggal.

Kucing jenis ini juga termasuk kucing yang supel, mudah akrab dengan si pemilik bahkan hewan lain seperti anjing. Maka, jangan khawatir bila anda harus meninggalkannya dalam waktu lama di rumah. Selama ada teman, kucing ini tidak akan rewel dan menyusahkan. Namun, alangkah lebih baik bila Anda tetap memberinya perawat yang akan membantu mengatur pola makan dan memandikannya secara rutin.

Masalah Kesehatan yang Sering Dialami

Kucing jenis hairless seperti sphinx memiliki harapan hidup rata-rata usia 8 hingga 14 tahun. Namun, sayangnya terdapat masalah kesehatan yang mengikutinya dan mudah menyerang kucing jenis ini lantaran keadaan tubuhnya yang hampir tidak memiliki bulu. Di antara masalah kesehatan yang biasa menyerang adalah:

  • Infeksi saluran pernapasan. Penyakit infeksi saluran pernapasan biasanya menyerang kucing spynx anakan disebabkan karena faktor cuaca yang dingin akibat musim salju atau hujan lebat. Tidak adanya bulu di tubuh, membuat kucing tidak mampu menghangatkan diri dengan baik.
  • Memiliki sistem pencernaan yang sensitif sehingga mudah terserang diare. Maka makanan yang dikonsumsi pun harus memiliki kadar protein kurang dari 80%.
  • Masalah kulit seperti urticaria pigmentosa yang menyerang kucing jenis sphinx dewasa. Penyakit ini menimbulkan bercak-bercak gelap pada kulit kucing dan mengakibatkan gatal.
  • Penyakit hypertrophic cardiomyopathy yang mana sejenis penyakit jantung turunan yang diwariskan oleh nenek moyang ras hairless cat.

Cara Merawat Kucing Sphynx

Untuk menghindarkan kucing jenis ini dari berbagai penyakit yang mudah menyerangnya, Anda perlu merawatnya dengan baik, dengan cara:

  1. Melakukan imunisasi secara teratur untuk memantau kondisi kesehatan kucing dan memberi kekebalan tubuh terhadap penyakit.
  2. Menjaga nutrisi makanan kucing sejak kecil hingga dewasa.
  3. Sering-sering dimandikan dan dibersihkan meskipun hanya sekadar mengelap dengan kain basah atau tisu basah. Sebab, kucing sphynx mudah sekali kotor dengan minyak, air liur, dan keringat menempel di seluruh tubuh.
  4. Gunakan shampo bayi ketika memandikannya. Buat kucing menikmati waktu mandi mereka.
  5. Gosok dengan lembut dan hati-hati di bagian yang berkerut agar tidak menyakitinya.
  6. Rajin-rajinlah membersihkan bagian telinga, menggosok giginya, serta memotong kukunya untuk menjauhkannya dari kuman maupun bakteri yang dapat menimbulkan penyakit.
  7. Beri teman bermain lain seperti kucing jenis lain atau anjing ketika Anda tidak memiliki waktu cukup luang untuk menemaninya bermain. Sebab jenis kucing ini suka bermain dan mencari perhatian.

7 Fakta Menarik Tentang Kucing Sphinx

Nah, berikut 7 fakta menarik tentang Kucing Sphinx yang wajib diketahui cat lovers:

1. Tidak benar-benar tanpa bulu. Meskipun Tipis, Terdapat Bulu-Bulu di Tubuh Sphinx

Meskipun secara kasar terlihat seperti kucing tanpa bulu di tubuhnya, tetapi nyatanya Sphinx memiliki bulu-bulu yang sangat tipis di beberapa bagian tubuh tertentu, seperti di bagian dalam telinga, ketiak, dan ekor.

Ketiadaan bulu di sebagian besar tubuhnya, membuat badan Sphinx terlihat mengkerut dan mudah kotor, bahkan berminyak. Sebab itulah, setidaknya satu minggu sekali Sphinx harus dibersihkan agar kuman tidak menempel di tubuhnya yang bisa menyebabkan sakit.

2. Mereka Berasal dari Tanah Es dan Bersalju

Bila Anda berpikir, semua kucing yang berasal dari belahan dunia utara akan memiliki bulu yang lebat yang dapat menghangatkan tubuh si kucing di musim dingin. Maka, pemikiran itu tidak sepenuhnya benar.

Dimulai pada tahun 1960-an, lahir seekor kucing Canadian Sphinx tanpa bulu-bulu lebat di tubuhnya. Dari Canadian Sphinx itulah, kemudian lahir keturunan kucing tanpa bulu lainnya yang kemudian kita kenal dengan sebutan Sphinx hingga detik ini.

3. Tubuh Mereka Rata-Rata Berpola dan Berwarna Cantik

Sebutan lain Kucing Sphinx adalah naked cats lantaran seperti tidak berbusana karena ketiadaan bulu-bulu di tubuhnya. Tetapi, si kucing justru memiliki pigmen kulit khusus yang menyebabkan variasi cantik dalam pola dan warna di tubuhnya. Pola dan warna yang terbentuk mulai dari tortoise hingga tabbies. Perpaduan warna-warna dalam tubuh Sphinx tetap dapat memancarkan kecantikannya.

4. Disebut Juga Sebagai ‘Velcro Lap Cats’

Velcro Lap Cats adalah sebutan lain untuk Sphinx sebab senang berbaring di atas lap atau karpet dalam rumah. Sphinx memang cenderung menyukai permukaan yang hangat dan nyaman untuk dipeluk. Itulah sebabnya, jika Anda memeliharanya, pasti akan lebih sering menemukannya sedang terbaring di atas karpet, lap lantai, di atas televisi atau komputer, bahkan tengah berjemur di teras atau taman belakang rumah di waktu siang hari.

5. Ramah Adalah Sifat Utamanya

Meskipun terlihat seperti kucing yang agresif dan tidak bersahabat dengan manusia, tetapi percayalah jika Sphinx justru memiliki sifat yang ramah, penyayang, menyenangkan, serta mudah bergaul.

Keramahan Sphinx menempatkannya sebagai salah satu ras yang paling penuh kasih sayang di dunia dalam Journal of Veterinary Behavior yang baru-baru ini diterbitkan. Selain itu, Sphinx mudah ramah terhadap pemiliknya sebab tidak mau ditinggalkan dan ingin tetap berada di tempat hangat yang sudah membuatnya nyaman.

6. Cenderung Tidak Suka Bepergian Tetapi Tidak Ingin Ditinggal Sendiri

Ketika memiliki hewan peliharaan, maka jalan-jalan di pagi atau sore hari dengan mereka merupakan pilihan yang tepat. Tapi, sayangnya hal itu tidak berlaku bila Anda memelihara Kucing Sphinx di rumah. Sphinx tidak menyukai bepergian ke luar ruangan karena bisa membuat tubuhnya mudah kotor lantaran adanya lapisan minyak dalam tubuhnya yang tebal, sehingga kuman akan mudah menempel dan menyebabkan penyakit bila tidak segera dibersihkan. Tubuh tanpa pelindung bulu, juga membuatnya mudah terkena sengatan sinar matahari.

Kendati demikian, Sphinx juga tidak suka jika ditinggal sendirian di dalam rumah. Meskipun hanya untuk beberapa menit berbelanja di minimarket yang berjarak sekitar 10 meter dari rumah. Maka dari itu, pastikan jika Anda memiliki peliharaan lain sebagai teman Sphinx sebelum mengadopsinya.

7. Penuh Rasa Ingin Tahu dan Hiperaktif

Sphinx juga tipikal kucing yang penuh rasa ingin tahu, sehingga mudah belajar dan memahami lingkungan sekitarnya. Maka, berhati-hatilah ketika berencana untuk mengajaknya berjalan-jalan keluar agar Sphinx tidak berada di situasi yang berbahaya karena rasa penasarannya tersebut.

Selain itu, Sphinx juga tipikal yang hiperaktif, senang bermain, bahkan hingga memanjat ke bagian tertinggi di dalam rumah hanya untuk mengajar serangga. Bagi mereka, itu adalah sebuah petualangan yang menyenangkan.

Setidaknya, itulah 7 fakta menarik yang bisa Anda ketahui tentang Kucing Sphinx, sebelum nantinya memutuskan untuk memeliharanya sendiri di rumah. Bagaimana, apakah sekarang sudah siap untuk memeliharanya?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *