Ini Dia Penyebab Kucing Muntah dan Cara Mengatasinya yang Benar

By | March 9, 2020
kucing muntah

Penyebab Kucing Muntah dan Cara Mengatasinya

Jangan hanya manusia saja yang bisa muntah. Seekor kucing pun bisa mengalami hal yang sama. Apabila kucing muntah karena tidak suka dengan makanannya atau karena kesehatannya sedang terganggu, adalah sebuah hal yang wajar. Namun, bagaimana jika muntahnya berbusa, kuning, muntah cacing dan sebagainya? Bagaimana cara mengatasinya, artikel ini memberikan beberapa tips cara mengatasi penyebab kucing muntah, yuk simak.

Berikut akan dijabarkan beberapa penyebab mengapa kucing bisa mengalami muntah dan bagaimana cara mengatasinya.

Penyebab 

Penyebab sebenarnya bisa disebabkan oleh beberapa faktor.  Namun, penyebab yang paling umum adalah sebagai berikut:

  1. Muntah Bulu

Penyebab umum adalah karena muntah bulu. Hal ini bisa terjadi apabila kucing menjilati bulu mati pada kucing hingga tertelan. Bila hal tersebut dilakukan secara terus menerus,maka ruang untuk makanan yang sebenarnya akan selalu berkurang. Dipastikan setelah itu kucing akan memuntahkan makanannya.

  1. Virus Panleukopenia

Tidak hanya muntah makanan, kucing pun mengalami muntah cairan kuning dan mencret. Penyebab muntah ini adalah adanya virus tersebut. Jadi Anda tidak boleh menganggap remeh apabila kucing Anda mengalami hal seperti itu.

  1. Bosan dengan Makanan

Makanan bisa jadi sebagai pemicu utama mengapa kucing mengalami muntah. Adakalanya kucing makan makan dengan berlebihan hingga ia kekenyangan. Akibatnya kucing menjadi tidak mau makan dan akhirnya memuntahkan makanannya.

  1. Alergi

Penyebab yang paling umum adalah karena kucing alergi terhadap sesuatu. Apabila kucing Anda mengalami muntah yang berkepanjangan, segera selidiki apa yang membuatnya mengalami hal demikian. Jika alergi makanan, maka Anda harus lebih selektif dalam memilih makanan.

  1. Kucing Hamil

Apabila manusia sedang hamil, sering kali mengalami muntah. Hal yang demikian juga terjadi pada kucing. Kucing  yang muntah pada masa ini karena adanya peningkatan hormon estrogen. Tingginya hormon tersebut turut menaikkan cairan asam lambung sehingga saat kucing sedang makan, bisa mengalami muntah.

  1. Keracunan

Penyebab selanjutnya adalah keracunan. Yang satu ini sangat membahayakan. Karena itu, ketika kucing Anda berkesempatan bermain di luar harus benar-benar dijaga. Lingkungan luar sangat berpotensi untuk penyebab satu ini.

Misalnya saja, kucing menemukan makanan yang menarik perhatiannya, tanpa diketahui ternyata makanan tersebut telah kadaluarsa atau busuk. Bahaya sekali, bukan?

  1. Makan Benda Asing

Terkadang kucing suka memakan benda yang menarik perhatiannya. Hal yang dianggap menarik sebenarnya justru membahayakan. Misalnya saja, kertas, mainan atau apa pun benda asing yang membahayakan. Akibatnya benda tersebut tertelan dan bisa menyebabkan kucing mengalami muntah.

  1. Pengaruh Obat-Obatan

Bukan karena kucing sakit, minum obat kemudian menjadi muntah ya. Yang dimaksud di sini adalah ketika Anda menyemprotkan obat kimia ke beberapa tempat, misalnya obat anti nyamuk dan kucing menjilatinya. Alhasil, hal tersebut akan membuat kucing mengalami muntah-muntah.

Cara Mengatasi 

Banyak sebab yang menyebabkan kucing mengalami muntah-muntah. Untuk mengatasinya juga harus sesuai dengan penyebabnya. Berikut ada beberapa cara bagaimana mengatasi kucing yang muntah dengan baik dan benar:

  1. Lekas Membawanya ke Dokter

Cara yang paling sering dilakukan untuk mengatasi muntah pada kucing adalah dengan segera membawanya ke dokter. Dokter akan dengan cepat menangani dan memberi obat yang tepat.

  1. Puasa

Membiarkan kucing puasa selama 24 jam akan sangat baik bagi kucing untuk meredakan mual yang kerap dialami kucing yang mengalami muntah. Puasa juga dapat meredakan sakit yang dirasakan. Mengistirahatkan perut selama beberapa waktu akan baik untuk mengistirahatkan saluran pencernaannya. Jika rasa mualnya perlahan mereda maka Anda bisa memberikannya makanan yang normal kembali.

  1. Memberikan Teh Peppermint

Untuk menghentikan rasa mual, Anda bisa memberikan kucing dengan teh peppermint. Seduh teh tersebut dan biarkan hingga dingin baru diberikan pada kucing. Beberapa saat, Anda bisa melihat mual dan muntahnya akan berkurang.

Nah, kini Anda telah mengetahui apa saja penyebab dan beberapa cara yang bisa Anda lakukan untuk mengatasinya. Jadi ketika kucing Anda muntah, tidak perlu panik dan bingung. Semoga bermanfaat.

Normal atau Justru Pertanda Bahaya?

Sebagai pemilik kucing, Anda mungkin sudah paham betul tanda-tanda ketika kucing kesayangan tengah bersedih, bahagia, atau bahkan sakit seperti tersedak dan muntah. Bahkan, ada pula tipe kucing yang akan dengan mudah sembuh setelah sebelumnya sakit, dan kembali ceria memainkan mainan yang tersedia, atau kembali sibuk bergelut dengan karpet di rumah.

Namun, bagaimana jika terlalu sering, apakah itu hal yang normal atau alami sebagai bentuk perlindungan diri si kucing atau justru pertanda akan bahaya yang bisa membahayakan nyawa si kucing?

Untuk mengetahui lebih detailnya, yuk simak ulasan singkat berikut mengenai alasan dan kapan itu biasa terjadi.

Penyebab

Banyak dari pemilik kucing mengaitkan dengan seringnya kucing yang muntah dengan bola rambut atau bahkan makanan yang dikonsumsi. Tetapi, menurut Dr. William Folger, seorang DVM dari Houston, mengatakan jika alasan kucing untuk muntah umumnya hanya dua, yaitu terlalu cepat makan atau karena rasa penasarannya yang tinggi.

  1. Terlalu Cepat Makan

Terkadang, kucing makan terlalu cepat. Sehingga menyebabkan dinding perut pun mengembang terlalu cepat dan mengirim sinyal ke otak untuk regurgitasi. Nah, muntah yang Anda lihat di lantai setelah kucing menelan makanan adalah akibat dari proses regurgitasi tersebut. Bukan muntah yang sebenarnya akibat keracunan makanan atau sakit.

Pada proses regurgitasi, si kucing hanya mengeluarkan cairan dan makanan dari kerongkongan dengan membuka mulut lebih lebar. Umumnya, makanan yang dimuntahkan pun masih berbentuk dan hanya mengandung bau fermentasi. Hal tersebut tidak seperti muntah lantaran sakit yang memiliki ciri-ciri berbeda lagi, yang mana umumnya melibatkan keadaan kucing yang kemudian berubah lemas. Cairan yang dikeluarkan pun biasanya lebih kental karena hasil olahan makanan dari dalam perut.

Nah, untuk mengatasinya, Anda dapat memerintahkan si kucing untuk makan lebih perlahan. Mengajarkannya untuk hati-hati dalam makan agar tidak menyebabkan muntah. Akan tetapi, bila sudah memakan secara perlahan dan muntah tersebut masih saja berlangsung, perlu segera dikonsultasikan ke dokter, karena bisa jadi ada masalah dengan sistem pencernaannya.

  1. Rasa Penasaran yang Tinggi

Ada beberapa benda yang bisa ditelan oleh kucing untuk kemudian dimuntahkan, yaitu rumput, karpet, dan kertas. Umumnya, kucing yang menelan ketiga benda tersebut, akan dengan mudah mengeluarkannya lagi. Hal itu masuk dalam mekanisme pertahanan diri si kucing dari benda asing yang dapat membahayakan tubuh.

Namun, karena rasa penasaran si kucing terlalu tinggi atau terlalu hiperaktif, tidak sedikit kucing justru menelan tali atau bulu yang menjadi mainan hariannya. Kedua benda tersebut tidak akan mudah untuk langsung dikeluarkan si kucing, bahkan seringkali tertinggal di perut dan usus yang menyebabkan muntah terlalu sering dan memberi tekanan berat pada tubuh si kucing. Bila hal tersebut yang terjadi, segeralah periksakan si kucing kesayangan ke dokter untuk mendapatkan penanganan.

Kapan Biasanya Kucing Mulai Muntah

Menurut Dr. Folger, Idealnya adalah satu hingga tiga kali dalam sebulan. Bila kucing mengalami muntah dua kali sehari selama dua atau tiga hari berturut-turut, maka bisa jadi ada masalah serius yang dialaminya. Terlebih ketika muntahan tersebut sudah bercampur dengan darah, bisa jadi ada masalah dalam pencernaan si kucing atau menderita penyakit tertentu. Maka, saat mengetahui itu, segeralah periksakan ke dokter hewan untuk menyelamatkan si kucing kesayangan.

Diet, Dapat Menjadi Solusi Mencegah Muntah

Selain membantu kucing untuk makan dengan perlahan-lahan, Anda pun bisa mengajarkan diet sehat bagi si kucing kesayangan agar tidak terlalu sering mengalami muntah. Biasanya yang dilakukan adalah:

  • Ubah pola makan si kucing secara perlahan. Mulai dari mengurangi porsinya, hingga mengurangi jam makannya. Bila biasanya kucing bisa makan tiga kali sehari, maka Anda bisa mengubahnya menjadi dua kali sehari dengan rentang waktu cukup lama.
  • Memberikan selingan makanan, seperti dari makanan basah kemudian diberi tambahan makanan kering. Bila si kucing ternyata penyuka makanan basah kalengan, Anda dapat menambahkan sedikit air hangat pada makanan kering untuk membuatnya tetap mau memakannya.
  • Amati dan perhatikan dengan baik tiap perubahannya. Tetapi, bila di tengah proses, perilaku muntah justru lebih sering, maka segera konsultasikan dengan dokter hewan untuk mendapat penanganan lebih cepat.

Jadi, bila kucing muntah, amati terlebih dahulu seperti apa bentuk muntahannya dan cari tahu penyebabnya. Jika memang mengkhawatirkan, segera bawa ke klinik hewan.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *